Rabu, 03 Oktober 2012

WISATA JAWA TENGAH


Tempat Obyek Wisata di Jawa Tengah

Baturaden



Objek Wisata Air Terjun Baturaden Jawa Tengah






Objek Wisata Baturaden Jawa Tengah

Baturaden adalah sebuah Tempat wisata di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.. Baturaden terletak di sebelah utara kota Purwokerto tepat di lereng sebelah selatan Gunung Slamet. Baturaden karena letaknya di lereng gunung menjadikan kawasan ini memiliki hawa yang sejuk dan cenderung sangat dingin terutama di malam hari. Baturaden juga merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, terutama pada hari minggu dan hari libur nasional. Kondisi tersebut menyebabkan banyak hotel dan vila didirikan di sini.
Baturaden dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Jarak dari kota Purwokerto sekitar 20 km.
Disekitar Kawasan ini dapat anda temui beberapa tempat wisata seperti :
* Pancuran Pitu Baturaden
* Pancuran Telu
* Telaga Sunyi
* Bumi Perkemahan
* Pemandian Air Panas
* Curug Ceheng
* Wahana Wista Lembah Combong
* Combong Valley Paint Ball and War Games
* Kaloka Widya Mandala

Dataran Tinggi Dieng


Pemandangan Alam Dataran Tinggi Dieng


Pemandangan Kabut Waktu Dini Hari di Dataran Tinggi Dieng Jawa tengah

Kawah Cabdradimuka Dieng Jawa Tengah




Kawah Sikidang Dieng Jawa tengah




Kawah Sileri Dieng Jawa Tengah

Candi Gatotkaca Dieng Jawa Tengah

Dieng adalah sebuah kawasan di daerah dataran tinggi di perbatasan antara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Desa Dieng terbagi menjadi Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.Kawasan ini terletak sekitar 26 km di sebelah Utara ibukota Kabupaten Wonosobo, dengan ketinggian mencapai 6000 kaki atau 2.093 m di atas permukaan laut. Suhu di Dieng sejuk mendekati dingin. Temperatur berkisar 15—20°C di siang hari dan 10°C di malam hari. Bahkan, suhu udara terkadang dapat mencapai 0°C di pagi hari, terutama antara Juli—Agustus.
Beberapa peninggalan budaya dan alam telah dijadikan sebagai obyek wisata dan dikelola bersama oleh dua kabupaten, yaitu Banjarnegara dan Wonosobo. Berikut beberapa obyek wisata di Dieng.
* Telaga: Telaga Werna, sebuah telaga yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung, Telaga Pengilon, Telaga Merdada.
* Kawah: Sikidang, Sileri, Sinila (meletus dan mengeluarkan gas beracun pada tahun 1979 dengan korban 149 jiwa), Kawah Candradimuka.
* Kompleks candi-candi Hindu yang dibangun pada abad ke-7, antara lain: Candi Gatotkaca, Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Setyaki, Gangsiran Aswatama, dan Candi Dwarawati.
* Gua: Gua Semar, Gua Jaran, Gua Sumur. Terletak di antara Telaga Warna dan Telaga Pengilon, sering digunakan sebagai tempat olah spiritual.
* Sumur Jalatunda.
* Dieng Volcanic Theater, teater untuk melihat film tentang kegunungapian di Dieng.




\





CANDI BOROBUDUR




Candi Borobudur adalah salah satu objek peninggalan masa lampau terbaik di dunia, bahkan Borobudur pernah dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban yang ada di dunia. Candi Borobudur sejatinya merupakan kuil budha terbesar dan merupakan situs yang sering dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun luar negeri sampai saat ini. Keunikan bentuk candu Borobudur membuatnya tidak ada satupun bangunan masa lampau di dunia yang menyerupainya.

Berdasarkan catatan pada prasasti yang ditemukan, Borobudur dibangun antara abad ke-8 ketika Samaratungga (Raja dari Dinasti Syailendra) memerintah. Arti dari Borobudur itu sendiri dalam bahasa sansakerta ialah Biara di atas bukit. Borobudur dipenuhi dengan ornamen filosofis yang memuat filosofis dan budaya kehidupan pada masa lampau.





CANDI PRAMBANAN




Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Berlokasi di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi Prambanan dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni Rakai Pikatan (Raja kedua wangsa Mataram I) atau Balitung Maha Sambu semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak.

Renovasi candi ini dimulai pada tahun 1918 setelah ditemukan oleh oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda, kemudian pada tahun 1855 Jan Willem Ijzerman mulai membersihkan dan memindahkan beberapa batu dan tanah dari bilik candi. beberapa saat kemudian IsaƤc Groneman melakukan pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan di sepanjang Sungai Opak. Pada tahun 1902-1903, Theodoor van Erp memelihara bagian yang rawan runtuh. Pada tahun 1918-1926, dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih metodis dan sistematis, sebagaimana diketahui para pendahulunya melakukan pemindahan dan pembongkaran beribu-ribu batu tanpa memikirkan adanya usaha pemugaran kembali.Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir hayatnya pada tahun 1930. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. Van Romondt hingga pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada putra Indonesia dan berlanjut hingga tahun 1993, dan sampai sekarang belum selesai. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja. Sekarang, candi ini adalah sebuah situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991.



Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, dengan tinggi bangunan utama mencapai 47 m. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil. Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada Sang Hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara





RAWA PENING




Taman Wisata Rawa Pening merupakan sebuah danau dengan luas sekitar 2.670 hektare dan terletak di daerah Ambarawa, tepatnya terdapat di antara jalan Raya Semarang – Salatiga. Rawa pening itu sendiri dipercaya berasal dari muntahan air yang mengalir dari bekas cabutan lidi yang dilakukan oleh Baru Klinthing. cerita baru klinting yang berubah menjadi anak kecil yang penuh luka dan berbau amis sehingga tidak diterima masyarakat dan akhirnya ditolong janda tua ini sudah berlalu.

Rawa pening cocok dikunjungi pada pagi hari, anda tidak perlu khawatir karena loket tiket masuk rawa pening sudah dibuka mulai pukul 8:30 Pagi. Di tempat ini juga terdapat taman bermain yang cocok untuk wisata keluarga. Di malam hari, rawa pening juga tidak kalah menariknya, banyak terdapat kedai-kedai ikan bakar dengan menu khas gurame bakar yang tidak boleh anda lewatkan.

MUSEUM KERETA API AMBARAWA




Waktu seakan berhenti di tempat ini. Museum kereta Api Ambarawa awalnya merupakan stasiun Ambarawa yang dialih fungsikan menjadi Museum. Di zamannya stasiun ini memang sudah terkenal dengan kelengkapannya, sehingga di masa kini menjadi daya tarik wisata yang tidak boleh anda lewatkan.

Di Museum kereta Api Ambarawa anda bisa mencoba kereta wisata yang akan membawa anda berjalan melihat pemandangan pegunungan yang indah dengan menggunakan rangkaian kereta api dan lokomotif uap yang sudah berumur lebih dari 100 tahun.

Ketika jalanan menanjak, anda akan melewati rel kereta yan bergerigi, ini adalah rel kereta bergerigi terakhir yang masih difungsikan di Indonesia. Demikia pula dengan lokomotifnya yang bernomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen, lokomotif uap bergerigi ini merupakan satu tiga kereta uap bergerigi yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik) di halaman museum.









KETEP PASS


Ketep Pass atau Bukit Ketep, berada  pada ketinggian 1.200 dpI dengan  luas area sekitar 8.000 m2. Terletak di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan jalur Solo-Selo-Borobudur, sekitar 21 km dari Kota Mungkid , 17 Km dan Desa Blabak ke arah timur, 30 Km dari Kota Magelang, 35 Km dari Kota Boyolali dan 32 km dari Kota Salatiga  melalui Kopeng. Dari gardu pandang ini wisatawan bisa melihat pemandangan Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Tidar, Andong dan Pengunungan Menoreh serta hamparan lahan pertanian. Dan tempat ini bisa melihat luncunan lahar panas Gunung Merapi.
Atas prakarsa Gubernur Jawa Tengah H. Mardlyanto, dipilih tanah berbukit mi untuk dikembangkan sebagal tempat tujuan wisata baru di jalur Solo - Selo - Borobudur dengan Girl khas wisata kegunungapian Ketika diresmikan oleh Presiden RI Megawati pada 17 Oktober 2002 baru dibangun dua gardu pandang dan pelataran. Dengan keunggulan panorama yang atraktif Gn. Merapi - Merbabu, hamparan teras - teras tanah pertanian serta kesejukan udara, Ketep Pass makin ramai dipadati pengunjung, lebih - Iebih pada akhir pekan dan han libur. Awal tahun 2003, dibuka Volcano Theatre sebagam fasilitas baru yang menyajikan film tentang Gunung Merapi dengan berbagai aktifitas vulkaniknya. Fasilitas baru mi makin memperkuat ciri Ketep Pass sebagai tempat wisata kegunungapian. Bangunan ni dilengkapi restaurant yang berada di Iantai atas dengan pemandangan luas ke arah Gunung Merapi.

Kini telah selesai dibangun Volcano Centre. Sebuah bangunan seluas 550 m2 yang menyajikan berbagai materi informasi gunung berapi dengan sajian utama tentang Gunung Merapi. Kehadiran Volcano Centre makin memantapkan karakter khas Ketep Pass sebagai tempatwisata kegunungapian. Memasuki Bangunan Volcano Centre pengunjung akan diajak menjelajahi seluruh ruangan secara mengalir dan sajian materi satu ke yang lain, seolah tanpa putus. Dimulai dan informasi umum tentang gunung berapi dan informasi geologis yang tersaji dalam bentuk gambar, foto dan peta dalam format besar, selanjutnya pengunjung diajak secara interaktif menggali dan menikmati berbagai koleksi gunung berapi melalui perangkat komputer multi media. Contoh batuan yang dilengkapi dengan informasi teknis menjadi sajian berikutnya. Panorama Merapi dalam berbagai tampilan akan mengantar pengunjung pada sajian utama yakni miniatur Merapi dalam ukuran cukup besar. Bagian terakhir sajian adalah Mitigasi Bencana Gunung Berapi yang akan mengajak pengunjung se- cara langsung mengoperasikan peralatan peman tauan dan pende teksian gejala dan kegiatan vulkanik. Cinderamata khas yang hanya di jual di dalam Volcano Centre tersedia di bagian akhir perjalanan pengunjung. Di pintu keluar, melalul trap pengunjung dihantar ke pelataran tertinggi PELATARAN PANCA ARGA, di sini pengunjung dapat menikmati sajian panorama alam lima gunung besar di Jawa Tengah yakni Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing dan Slamet Selain itu akan nampak pula gunung - gunung kecil lain seperti Telomoyo, Andong, Dataran Tinggi Dieng serta perbukitan Menoreh Bukit Ketep kini telah menjadi tempat tujuan wisata yang menarik dengan ciri khas sajiannya yakni kegunungapian. Atraksi wisata yang tidak hanya bersifat rekreatif tetapi sarat dengan kandungan pendidikan yang tersaji secara atraktit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar